PR Politik

PR Politik
Public relations is the management functions that establishes and maintains mutually beneficial relationshif between an organizatio and the publics on whom its success of failure depends (Public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut).
 
Dengan pernyataan tersebut  menunjukan bahwa dalam dunia politikpun PR berperan penting tidak hanya dalam dunia bisnis saja. Karena  PR dapat membangun serta mempertahankan hubungan yang baik antara organisasi politik dengan publik, sehingga mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi politik tersebut. Dalam hal ini pr berarti samasaja dengan tim sukses.
Namun dalam tulisan kali ini, penulis akan lebih menekankan apa itu PR Politik. Public Relations (PR) menekankan adanya komunikais timbal balik. Hal ini menunjukan bahwa PR memiliki ciri demokrasi, yang member pengahrgaan kepada masyarakat. Dalam hal ini masyarakat tidak hanya dipandang sebagai objek semata, tetapi juga sebagai subjek. PR politik berebeda dengan kegiatan propaganda politik dan agitasi politik karena PR politik menggunajan komunikasi dua arah. PR politik tidak hanya mempengaruhi opini publik yang menguntungkan, tetapi juga memupuk opini publik, dan menyesuaikan dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat.
 
Kegiatan PR politik harus mengemban fungsi – fungsi sebagai berikut : mengabdi kepada kepentingan umum, memelihara komunikasi yang baik, serta menitik beratkan pada moral dan tingkah laku yang baik. Kegiatan PR politik harus benar – benar dicurahkan untuk kepentingan umum sehingga pejabat PR politik atau PRO sebuah lembaga atau pemerintahan harus mampu menviptakan, membina, serta memelihara hubungan keluar dan kedalam. Seorang PRO professional dalam PR politik adalah perantara antara pimpinan partai politik dan publik, baik kedalam maupun keluar. Ia harus mampu menjelaskan rencana, kegiatan dan kebijakan lemabaga atau pemerintahan. Ia pun harus mampu mengetahui keinginan dan kepentingan publik yang kemudian ia sampaikan kepada pimpinan pemerintahan dan negara.  
 
Dalam menjalankan tugasnya sebagai “jembatan”, PRO harus memiliki moral dan tingkah laku yang baik agar dapat memperoleh kredibilitas dan menjadi teladan bagi publik. Hal ini sangat penting dalam upaya bekerja dan bertindak tegas, cermat serta akurat dalam menjalankan tugas secar professional.
 
(Diadaptasi dari Warren K. Agee PR : Strategies and Tactics)
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 28 November 12 - 12:17 WIB
Dalam Kategori : PR, POLITIK
Dibaca sebanyak : 4406 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback